Paradigma Investasi dan Charity

Jack Ma, pendiri Alibaba, sebuah perusahaan penjualan online terbesar di dunia dari China pernah bercerita. Jack Ma berujar, kalau kita berikan satu sisir pisang dan satu tumpuk uang kepada monyet, pastilah monyet akan memilih pisang dari pada uang. Padahal uang satu tumpuk bisa membeli pisang bersisir-sisir.

Di awal sebuah business, ada sebuah strategy yang sering di lakukan yakni promosi, dalam bentuk iklan, discount, cash back dan lain-lain. Dengan niat yang macam-macam pula, baik yang lurus ataupun yang tidak.

Dari tujuan agar terjadi branding atau awareness terhadap produk yang memberi solusi sampai pada jebakan agar calon pembelinya membeli produk yang tidak berguna. Inilah yang sering di sebut sebagai investasi, dengan harapan akan kembali setelah bisnisnya berjalan.

Sementara itu diwaktu yang bersamaan, banyak juga mereka yang menyertai dengan aktifitas sosial atau charity seperti syukuran, pemberkatan, do’a dan lain-lain, dengan anggaran jauh lebih kecil untuk mendapatkan ridha Allah, atau keselamatan dan berkah.

Kalau kita niatkan sebuah anggaran untuk mencari keuntungan, pastilah ada syaratnya. Berbeda dengan niat ibadah, dimana anggaran yang dikeluarkan tidak disyaratkan dikembalikan.

Padahal Allah lah pemberi rejeki dan Allah juga menjanjikan balasan kebaikan dengan rezeki yang berlipat ganda. Maka dari itu, niatkanlah semua strategi bisnis yang dijalankan untuk ibadah. Rubahlah niat investasi menjadi sedekah, kalau kita mau beruntung.

Janganlah kita seperti monyet yang tidak mengerti. Padahal Al-Qur’an dan Injil sudah ada ratusan tahun di dunia, dan sudah kita kenal sejak kecil.

Jakarta, 4 Nopember 2018

Djohari Zein Dari Supervisor Hotel Hingga Pendiri JNE & GBMI

Nama Djohari Zein memang cukup familiar di dunia bisnis. Pria...

Indonesia Emas

Cerita dari seorang teman Saya pernah bertemu dengan anak muda...

Leave your comment