Mengenal Lebih Dekat Ponpes Sulaimaniyah Turki

,

Hubungan baik antara Turki dan Indonesia sudah berlangsung sejak lama, tidak hanya di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga di bidang pendidikan.

Salah satu hubungan baik di bidang pendidikan ini dapat dilihat melalui lembaga pendidikan Pondok Pesantren Sulaimaniyah yang sudah beroperasi sejak tahun 2005 di Indonesia.

Pondok Pesantren Sulaimaniyah merupakan entitas yang berada dibawah naungan United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) atau Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam di Indonesia. Organisasi sosial Islam ini didirikan oleh para sukarelawan muslim Indonesia dan Turki yang berpusat di Istanbul Turki.

Tidak hanya di Istanbul Turki, ribuan cabang Pondok Pesantren Sulaimaniyah juga tersebar di seluruh wilayah Eropa, Afrika, Amerika, Australia dan Asia. Di Indonesia sendiri, cabang Pondok Pesantren Sulaimaniyah telah tersebar di 11 provinsi, 30 kota. Diantaranya di Jakarta, Yogjakarta, Medan, Puncak, Bandung, Surabaya, Semarang, Aceh, Klaten, Sukabumi, Temanggung dan Pangkalan Bun (Kalteng) dengan jumlah lebih dari 2000 santri.

Setiap santri yang belajar di Pondok Pesantren Tahfiz Sulaimaniyah diberikan fasilitas lengkap belajar mengajar termasuk tempat tinggal di asrama. Yang membedakan Pesantren Sulaimaniyah dengan lainnya salah satunya adalah kebersihan dan kerapihan pesantren yang serasa berada di hotel bintang lima.

Para santri juga dibekali dengan pendidikan agama, bahasa Arab dan Turki, durasi belajarnya antara 2-3 tahun di Indonesia. Bagi santri yang berprestasi, akan mendapat kesempatan mendapatkan beasiswa belajar di Pondok Pesantren Sulaimaniyah di Istanbul Turki selama 3 tahun.

Rata-rata setiap santri berprestasi yang telah menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Tahfiz Sulaimaniyah di Istanbul Turki, akan disebar untuk mengajarkan ilmunya di cabang-cabang Sulaimaniyah di seluruh dunia.

Nama Sulaimaniyah sendiri diambil dari Sulaiman Hilmi Tunahan, cendekiawan abad 20 asal Turki yang kemudian menjadi Guru Sufi Tarekat Naqsyabandi di Turki. Jika ditarik nasabnya, Syekh Sulaiman termasuk dari salah saatu keturunan Nabi Muhammad SAW yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, mencetak generasi-generasi emas di Turki.

Perjalanan Pondok Pesantren Tahfiz Sulaimaniyah di Turki tidak dapat dilepas dari sejarah keruntuhan Khilafah Usmani (Ottoman Empire) pada tahun 1942. Ketika itu, pasca keruntuhannya banyak lembaga pendidikan dan pengajaran Al Quran yang ditutup. Kehidupan masyarakat di Turki berubah, akhlaknya terdegradasi. Generasi muda Turki sudah mulai berkurang yang hafal Al Quran dan anti terhadap ajaran agamanya sendiri.

Melihat kondisi tersebut, Sulaiman tergerak untuk mengembalikan moral dan semangat generasi pemuda di Turki melalui Al Quran. Teman-temannya yang menjadi pemuka agama ia kumpulkan untuk membuat kegiatan membumikan kembali ajaran Al Quran di Turki. Kemudian sebanyak 50 orang yang pernah belajar bersama Sulaiman di Madrasah Ostmaniyah ikut bergerak bersama Sulaiman.

Namun, tekanan rezim saat itu menyurutkan nyali teman-teman Sulaiman, banyak dari mereka mundur untuk mengikuti kegiatan yang Sulaiman inisiasikan. Dengan tekad bulat Sulaiman tetap menjalankan tugasnya, mengajarkan Al Quran secara sembunyi dari taksi ke taksi, dari gerbong kereta ke gerbong kereta. Bahkan tugas itu terus ia tunaikan hingga ke pegunungan dan rela membayar petani dua kali lipat dari hasil biasanya agar tetap mau belajar Al Quran.

Perlahan tapi pasti, perjuangan Sulaiman membuahkan hasil, bibit kebaikan yang ia tanam berhasil mencetak para pemuda di Turki sebagai generasi Qurani, hingga mereka berhasil menempati posisi penting di berbagai level masyarakat. Kemudian lahirlah Pondok Posentren Sulaimaniyah yang mencetak ribuah penghafal Al Quran di Turki dan seluruh negara di dunia.

“Saat kunjungan ke Sulaimaniyah di Istanbul Turki. Kami melihat secara langsung suasana Pondok Pesantrennya. Kami merasakan langsung bagaimana kesungguhan mereka dalam upaya mendakwahkan Alquran yang sempat dilarang oleh rezim pasca keruntuhan kekhalifahan Turki Usmani. Geliat kebangkitan kejayaan cahaya Allah nampak jelas dan diyakini akan terbit kembali,” jelas Fahrul Jamal, ketua Johari Zein Foundation di Turki.

Tidak hanya itu, para guru dan pengurus Pondok Pesantren Sulaimaniyah juga menjelaskan bahwa mereka sangat meyakini peran Indonesia di masa akan datang. Menurutnya, ahlak umat Islam di Indonesia adalah tanda-tanda dari kebagitan genrasi muslim di Indonesia, menyongsong Indonesia emas yang mulia.

Alhamdulillah, Pembangunan Masjid Zeinulmalik Telah Selesai

Alhamdulillah memasuki bulan ramadhan 1441 H bertepatan dengan 24 April...

Antarkan Kebaikan JZF di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah, selama bulan Ramadhan, di tengah pandemic, Johari Zein Foundation...

2 replies added

  1. NURHAYATI October 15, 2019 Reply

    Kpd BAPAK JOHARI ZEIN yg terhormat bahwa di sekitar tempat tinggal saya amat sangat membutuhkan sebuah masjid pasalnya masjid yg ada sudah tidak bisa lagi menampung jama’ah ketika hari raya tiba,saya mohon bantuanya ,semoga jadi ladang pahala jariyah bagi bapak dan keluarga,
    Alamat DS GINTUNG
    KECAMATAN SUKADIRI
    KABUPATEN TANGERANG

  2. Asep Abdul Hamid Holili October 19, 2019 Reply

    Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuuh, Bpk Zohari Zein yang kami hormati. Besar harapan saya, Bpk Zohari Zein berkenan mensupport perencanaan, pembangunan dan operasional Madrasah Aliyah Kejuruan Mesin Konveksi dan Ponpes Tahfidz Qur’an yg sedang saya sketsa.

    Untuk modal awal perintisannya, saya akan menjual rumah milik saya pribadi, semoga ada buyer yg dpt segera membelinya. Lokasi rmhnya d komplek Cibolerang Indah Blok C42, rt4/rw4, Kodya Bandung.

    Terima kasih, jazakumulloh khoiron katsiron wajazakumulloh ahsanal jaza.

    Salam hormat, Asep Abdul Hamid Holili (085703013898)

Leave your comment