Menanam Kebaikan di Bumi 1000 Masjid

Perjalanan dari Bandar Udara International Lombok menuju lokasi masjid Zeinurrahim di desa Medana dukuh Dusun Orong Ramput Kec.Tanjung Kebupaten Lombok Utara berjarak sekitar 65 km. Jika dihitung dalam jam, kurang lebih sekitar 60 menit waktu yang ditempuh dalam perjalanan hingga lokasi tujuan.

Perjalanan kali ini melibatkan pengurus dan pengawas Johari Zein Foundation serta tim dokumentasi kegiatan yang dipercayakan kepada GBMI. Pagi hari, saat mentari dengan terangnya menyinari bumi Lombok, penjemputan datang di Bandar Udara International Lombok.

Pantas saja, pulau ini dikenal dengan sebutan ‘Pulau 1000 masjid’ sepanjang mata memandang terdapat bangunan masjid di kanan dan kiri jalan, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah. Jarak satu masjid dengan masjid lainnya terbilang cukup dekat. Namun, pasca gempa yang terjadi di Lombok pada September 2018, sebagian masjid roboh, termasuk masjid Pondok Pesantren Tahfidz Isti’daddudaroin.

Penampakan lokasi masjid Zeinurrahim sebelum dibangun

Bagi masyarakat Lombok, masjid sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan, masjid menjadi bagian dari kebutuhan rohani yang harus segera dipenuhi. Seperti yang diungkapkan langsung oleh Ustad Lalu Wildan, Pimpinan Pondok Pesantren Isti’daduddaroin. Sejak terjadinya gempa bumi di Lombok kegiatan belajar mengajar di Pondok Tahfiz yang beliau rintis sejak tahun 1995 tersebut nyaris vakum.

Masjid yang menjadi pusat kegiatan santri dan masyarakat sekitar tidak bisa difungsikan dengan maksimal. Hadirnya Johari Zein Foundation dengan pembangunan masjid di Pondok Tahfidz Isti’daddudaroin tersebut mendapat sambutan yang positif.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih, masjid tersebut diberi nama masjid Zeinurrahim. Nama Zein diambil dari nama pendiri Johari Zein Foundation, yaitu Bapak Johari Zein, sementara nama Rahim, diambil dari asmaul husna ke dua yaitu, Ar Rahim.

Pembangunan masjid Zeinurrahim sangat membantu dan mendatangkan manfaat yang sangat luas bagi kegiatan santri dan masyarakat sekitar. Bahkan, dibangunnya masjid Zeinurrahim ini, diniatkan oleh ustad Lalu Wildan sebagai pusat kegiatan dakwah di Kabupaten Lombok Utara.

Ustad Lalu Wildan (kanan) saat menyambut kehadiran Bapak Djohari Zein di lokasi masjid Zeinurrahim

Lokasi masjid Zeinurrahim dibangun di atas lahan seluas 1.300 m2, berbagai fasilitas penunjang seperti pusat belajar santri tahfiz, ruang kerja, tempat menginap untuk musafir dan ruang takmir masjid juga disediakan di area masjid Zeinurrahim.

Sehari sebelum acara peresmian berlangsung, tim Johari Zein Foundation dan GBMI berkoordinasi atas kesiapan acara. Bapak Ahmad Effendi, Kepala Dusun yang sekaligus ketua pelaksana menjelaskan teknis acara sekaligus menggambarkan betapa antusiasnya masyarakat atas berdirinya kembali masjid Zeinurrahim.

Diskusi dan koordinasi dengan Ustad Lalu Wildan sehari sebelum acara berlangsung

Pagi hari di tanggal 25 Juni 2019, berbondong-bondong para peserta datang ke sekitar masjid Zeinurrahim. Dari orang tua, anak muda hingga anak-anak ikut serta menyaksikan secara langsung rangkaian kegiatan peresmian masjid yang dikemas dalam rangkaian Halal Bi Halal Pemerintah Desa Medana. Meski sempat mundur satu jam dari acara yang diagendakan pada pukul 8.30 WITA, namun tidak menghilangkan suasana kehangatan dan khidmatnya.

Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Effendi dalam sambutannya di acara peresmian masjid Zeinurrahim. Menurutnya, sebagai tuan rumah yang ingin memuliakan tamunya, masyarakat melakukan gotong royong persiapan acara termasuk swadaya pendanaan yang terkumpul sebesar Rp 55.750.000. Dana tersebut diperoleh dari patungan masyarakat sebesar Rp 200.000 dari 55 Kepala Keluarga. Sisanya dari para donatur.

Dihadapan sekitar 1500 peserta dari masyarakat sekitar, Tuan Guru Drs Haji Munajib Kholid menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan antar umat Islam. Pokok bahasan seperti keimanan dan kesolehan menjadi bagian yang tidak luput dari perhatian.

Suasana luar acara Peresmian Masjid Zeinurrahim dan Halal bi Halal bersama santari ponpok pesantren dan masyarakat sekitar.

Tuan Guru Munajib menggambarkan tentang kesolehan, bahwa ukuran kesolehan seseorang tidak hanya sebatas ibadah mahdoh seperti solat dan puasa saja. Tapi juga pada ibadah ghoiru mahdoh yaitu muammalah atau sosial kemasyarakatan.

Kemudian, Tuan Guru Drs Haji Munajib Kholid memberikan contoh nyata tentang kesolehan, bahwa dibangunnnya kembali masjid yang sempat roboh pasca gempa Lombok ini menjadi bukti tentang kesolehan (sosial) dari pendiri Johari Zein Foundation. Doa kebaikan dan keberkahan pun dipanjatkan kepada Allah SWT atas inisiatif Johari Zein Foundation mendirikan masjid Zeinurrahim di desa Medana Kabupaten Lombok Utara.

Suasana dalam masjid saat acara peresmian masjid Zeinurrahim di dusun Orong Ramput desa Medana, Kec Tanjung Kabupaten Lombok Utara

Selanjutnya, Pimpinan Pondok Pesantren Isti’daduddaroin Ustad Lalu Wildan menceritakan proses perkenalannya dengan Johari Zein Foundation. Ustad Wildan mengaku, tidak pernah kenal sebelumnya dengan Bapak Djohari Zein. “Semua terjadi atas kehendak Allah SWT hingga masjid Zeinurrahim ini berdiri dan kegiatan belajar mengajar di pondok ini kembali berjalan dengan baik,” jelas Ustad Wildan di hadapan ribuan peserta yang hadir.

“Masjid ini adalah amanah, maka saya katakan kepada seluruh santri dan guru di pondok ini, belajar dan mengajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan zalim atas kebaikan seseorang. Insya Allah dengan kesungguhan kita belajar dan mengajar di Pondok ini, amal jariyah dan keberkahan akan mengalir kepada setiap kita yang ikut andil memakmurkan masjid ini,” lanjut ustad Wildan.

Sebelum penandatanganan acara serah terima masjid Zeinurrahim, Bapak Ridwan Mukri, pengawas Johari Zein Foundation memberikan oleh-oleh Asmaul Husna kepada para santri dan masyarakat. Dari atas podium, Bapak Ridwan mengajarkan nada dan lantunan asmaul husna dari lembaran yang telah dibagikan sebelumnya kepada peserta.

Para peserta mengikuti dengan seksama pembacaan Asmaul Husna yang dipandu oleh Bapak Ridwan Mukri, pengawas Johari Zein Foundation

Ketua Johari Zein Foundation, Bapak Fahrul Jamal juga ikut serta menceritakan secara singkat perjalanan Johari Zein Foundation yang didirikan pada tanggal 3 Mei 2017. Di depan para peserta Bapak Fahrul menjelaskan bahwa cita-cita berdirinya Johari Zein Foundation salah satunya adalah mendirikan 99 masjid di 8 penjuru dunia. Dimana setiap masjidnya nanti akan dinamakan dengan nama-nama Allah (asmaul husna) yang berjumlah 99.

“Saya bukan ustad, saya adalah pengusaha. Jadi mohon maaf jika kata sambutan saya tidak sebagus pembicara sebelumnya,” lanjut Bapak Djohari Zein saat bergantian memberikan sambutan di depan peserta.

Djohari Zein, pendiri Johari Zein Foundation memberikan sambutan saat peresmian masjid Zeinurrahim

Dengan singkat dan penuh makna, Bapak Djohari membagikan pengalamannya menjalani kebaikan demi kebaikan yang telah dilalui sebagai seorang muallaf. Pendiri Global Basket Mulai Investasi (GBMI) tersebut membagikan kisah nyatanya tentang sebuah kebaikan. Bahwa setiap kebaikan yang kita berikan kepada orang lain, akan Allah ganti dengan kebaikan dari arah yang tidak disangka-sangka pada waktu dan tempat yang tepat.

“Kalau bisa #AntarkanKebaikan tanpa menghitung apa dan kapan balasan nya, maka kita bisa ‘move on’, dari kebaikan satu ke kebaikan lainnya, dengan sangat cepat. Saya telah membuktikan kebesaran dan kebaikan Allah kepada kita. Jadi, selamat mencoba,” lanjut Bapak Djohari.

Masjid Zeinurrahim adalah masjid pertama dari 99 masjid dicitakan oleh Johari Zein Foundation. Seperti namanya, Zeinurrahim yang bermakna Mutiara Sang Maha Penyayang, semoga dibangunnya masjid Zeinurrahim pasca gempa bumi di Lombok, bisa memunculkan mutiara-mutiara indah dari masyarakat sekitar. Wa bil khusus bagi Pondok Pesantren Isti’daduddaroin yang dipimpin oleh Ustad Lalu Wildan tersebut.

Setiap mutiara tersebut akan melanjutkan kebaikan demi kebaikan yang ditanam oleh Johari Zein Foundation, kemudian melahirkan kebaikan yang terus berkelanjutan dan memantulkan kebaikan kepada para pelaku kebaikan berikutnya.

Teringat akan ungkapan Filsuf asal Tiongkok, Lao Tzu bahwa perjalanan ribuan mil harus dimulai dari satu langkah. Diresmikannya masjid Zeinurrahim ini adalah langkah pertama dari ribuan mil perjalanan yang akan dilalui Johari Zein Foundation.

7 comments
  1. Assalamualaikum wa rohmatullahi wa barokatuh

    Yth. Bapak Johari Zein

    Saya M Andry P.I ketua pengurus masjid Al-Furqon di Desa Pruwatan Bumiayu Brebes Jawa Tengah.

    Dengan ini hendak menanyakan tentang prosedur pengajuan Bantuan untuk pembangunan, rehab dan perawatan Masjid kami.

    Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada bapak dengan surat yang singkat ini, kami ucapkan terimakasih.

    Wassalamu alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh

  2. Assalamualaikum.
    Saya Kepala Sekolah salah satu SMA Negeri 1 Pagar Dewa di Lampung Barat.Sudah 4 tahun ini ingin sekali sekolah kami mempunyai masjid sendiri,apalagi di lingkungan sekitar,masjid cukup jauh,sehingga apabila sekolah kami mempunyai masjid bisa menjadi solusi bagi siswa dan masyarakat sekitarnya untuk bisa melaksanakan kegiatan Shalat dan kegiatan lainnya.Kami mau Swadaya, keterbatasan karena siswa kami mayoritas berasal dari siswa yg orang tuanya kurang mampu.
    Kalau berkenan sudilah kiranya Joharizein.foundation membantu kami untuk mendirikan/membangun masjid wassalamu’alaikum
    Terimakasih

  3. Kalo untuk menghubungi Johari Zein foundation bisa lewat sini, kami sedang membutuhkan dana untuk pembangunan masjid

  4. Subhanallah sungguh luar biasa semoga menjadi amal jariyah untuk pak Zein amin.bagaimama cara pengajuan proposal untuk mendapat dana membuat masjid.terimakasih .

  5. Alhamdulillah..
    Bagaimanakah cara mengikuti program menanam kebaikan d bumi 1000 mesjid

    Karena kampung saya lg mulai melakukan pemugaran/pembangunan mesjid yg yg telah bediri 20 th silam
    Dimana msh menyisakan dana yg banyak

    Terima kasih

  6. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. MasyaAllah dan semoga kita dalam limpahan Rahmatullah. Saya juga berhajad ikut serta membangun masjid-masjid dan saat ini sedang membangun masjid di kampung keluarga (30 km dari rumah saya). Semoga semakin banyak yang terketuk hatinya untuk membangun masjid sebagai amal jariyah kita semua, amin. Wassalam mualaiku warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *