Manusia dan Inovasi

Hidup tanpa innovasi, tidak bermakna. Life without innovation is meaningless.

Bagaikan sebuah perjalanan perjuangan hidup, setiap manusia berjuang untuk beradaptasi dengan perubahan diri nya dan lingkungan nya. Coba perhatikan, bagaimana  bayi menarik perhatian dengan nangis dan tawa saja mereka akan cepat di respon.

Dan sejalan dengan pertumbuhan nya, bayi kecil yang jadi balita, membutuhkan usaha lain yang lebih keras untuk mendapat perhatian orang di sekitarnya, begitulah seterusnya, semakin kreatif dan innovatif mereka semakin cepat mereka mendapatkan perhatian.

Demikian pula dengan perjalanan bisnis, tanpa innovasi, perusahaan bisa mati. Tanpa innovasi, perusahaan tak dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan pelanggan nya, mereka akan ditinggalkan pelanggan nya dan ditinggalkan karyawan nya.

Baru-baru ini saya ke Surabaya, dan seperti pada kunjungan saya sebelum nya ke Surabaya, saya menginap di hotel Sheraton, Tunjungan. Saya suka hotel ini karena ada di pusat kota dan berdekatan dengan sebuah Mal yang memudahkan saya untuk meeting, makan atau pun belanja.

Yang berbeda bagi saya kali ini adalah pelayanan nya. Padahal saya sudah pernah menginap disana, beberapa kali sebelum nya, dan tidak pernah merasa ada kekurangan atau tidak ada keluhan. Tetapi ternyata saya bisa merasa lebih puas dari kepuasan yang pernah saya alami sebelum nya.

Sejak di pintu lobby, keramahan door man dan porter telah membuat hati senang. Receptionist yang sangat sopan dengan tegur sapa yang tidak terasa basa-basi, hingga waitress di restaurant ketika saya breakfast ke esokan pagi nya. Saya lihat banyak perubahan dibandingkan yang dulu saya rasakan.

Awalnya saya hanya merasa nyaman karena layanan yang lebih baik, tetapi kemudian saya mulai sadar bahwa semua ini bukan karena perubahan kecil atau satu dua orang,  tetapi sebuah perbaikan yang terstruktur dan merata pada setiap touch-point customers atau titik kontak dengan pelanggan.

Porter yang menawarkan dengan tulus untuk membawa kan tas kecil saya sedemikian rupa sehingga saya merasa lebih senang bila dia yang bawa. Dan pelayanan di restaurant yang ramah, serta masakan yang tersedia juga lebih bervariasi, enak dan tertata lebih indah, dan yang unik adalah fasilitas di dalam kamar dan kamar mandi yang terawat lebih baik, misalnya terlihat lubang pembuangan air yang dipindahkan untuk kenyamanan pelanggan dan seterusnya.

Saya akhirnya berkesempatan bertanya pada beberapa karyawan hotel ini. “Apakah baru-baru ini ada perubahan Management?” Mereka menjawab, tidak ada perubahan manajemen. Hanya General Manager mereka yang baru, kali ini, sangat memperhatikan masalah people development.

Segera lah menjadi jelas bagi saya, bahwa kunci dari perubahan mereka adalah pada manusia nya. Apabila kita bangun karakter manusia yang positif dan percaya diri, maka kita akan membangunkan potensi mereka.

Di era Digital dimana banyak fungsi dan profesi saat ini digantikan oleh teknologi, maka perlu kita sadari bahwa manusia yang kreatif dan bersemangat memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan jauh lebih baik dan tidak terbatas dibandingkan mesin, apabila mereka mau.



Djohari Zein Dari Supervisor Hotel Hingga Pendiri JNE & GBMI

Nama Djohari Zein memang cukup familiar di dunia bisnis. Pria...

Indonesia Emas

Cerita dari seorang teman Saya pernah bertemu dengan anak muda...

Leave your comment