Kisah Saudagar Kaya dan Anak-anaknya

Dahulu, di negeri Arab pernah ada sebuah cerita tentang seorang saudagar yang kaya raya, mempunyai 3 orang putra. Ternyata hidup mewah tidak selalu membuat ia bahagia karena ada satu hal yang selalu meresahkan sang saudagar, yakni kekawatiran nya tentang anak-anak nya.

Ia ragu apakah setelah ia meninggal, apakah anak-anaknya mampu meningkatkan kekayaan keluarganya atau minimal mempertahankan kejayaan kekayaan nya.

Maka suatu hari ia mendapat ide untuk menguji anak-anaknya. Ia memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan jauh ke Eropa, yang akan memakan waktu beberapa tahun.

Sebelum berangkat sang saudagar memberikan 5 karung emas kepada anak sulung nya, dengan pesan agar digunakan dengan sebaiknya. Kemudian ia berikan 2 karung emas pada putra kedua nya, dan terakhir ia berikan 1 karung emas kepada putra bungsu nya. Semua anak-anak diberi nya pesan supaya memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Lima tahun kemudian ketika saudagar ini pulang kembali ke rumahnya, ia pun memanggil anak-anak nya. Anak sulung bercerita bahwa 5 karung emas nya telah ia gunakan untuk membeli tanah dan kemudian menanamnya dengan bibit korma dan sekarang kebun kormanya telah menghasilkan 5 karung emas lagi. Sang ayah sangat senang melihat hasil usaha putra sulungnya.

Anak kedua juga melaporkan bahwa 2 karung emas yang ia dapatkan telah digunakan untuk membeli unta-unta yang kemudian digunakan untuk disewakan dan juga di ambil susu dan dikembang biakkan di peternakan nya. Dan penghasilan yang kumpulkan sekarang telah mencapai 2 karung emas. Dan saudagar itupun sangat senang karena nya.

Anak ketiga yang menerima 1 karung emas dengan bangga melaporkan pada sang ayah, bahwa 1 karung emas yang ia terima dulu, tetap masih ada, dan masih tetap 1 karung. Sang ayah sangat kecewa dengan putra bungsunya ini, dan karenanya 1 karung emas itupun di ambil nya kembali.

Pelajaran dari cerita ini, adalah bahwa bagaikan manusia yang menerima rezeki dari Allah. Setiap orang menerima rezeki tanpa kecuali. Ada yang mendapat rezeki banyak, ada yang lebih sedikit. Maka, adalah tergantung pada manusia masing-masing untuk memanfaatkan nya.

Mereka yang kikir dan cinta harta, hanya akan menyimpan nya, tetapi bagi mereka yang mengerti maka mereka akan mengembangkan nya dan akan lebih baik lagi bila memanfaatkan nya di jalan Allah.

Tidak berarti yang rezeki nya sedikit, tidak perlu berbagi dan bersedekah, dan demikian pula bagi mereka yang rezeki nya banyak justru wajib berbagi lebih dan bersedekah lebih. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum mereka berusaha merubahnya sendiri.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah 2:261).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *