Bisnis Asap Cair Sekam Padi

Sekam padi alias brambut sering kali dianggap limbah. Terutama, kalau jumlahnya banyak. Misalnya, sekam dari pabrik penggilingan padi.

Di Kebumen, Jawa Tengah, Pak Jali menyulap sekam menjadi produk yang bermanfaat dalam bentuk asap cair. Produk ini digunakan dalam industri pertanian sebagai senyawa pengusir hama. Serangga dan ulat tidak mau hinggap di daun atau batang yang disemprot asap cair. Tanaman pun aman hingga masa panen tiba.

Cara membuat asap cair ternyata sederhana. Pak Jali menyiapkan dua tong bekas. Tong pertama digunakan untuk membakar sekam. Ada tungku arang pada bagian bawahnya. Tong kedua diisi air, berfungsi untuk mendinginkan asap sehingga menjadi asap cair. Antara tong pertama dan kedua dihubungkan dengan sebatang pipa.

Pembuatan asap cair

Dalam waktu 7 jam, 23 kilogram sekam padi akan habis terbakar. Hasilnya, 4 liter asap cair. Sehari semalam, Pak Jali bisa mengolah asap cair 3 kali. Hasilnya 12 liter.

Untuk menjual asap cair tidak sulit. Pak Jali bahkan tidak pernah mencari pembeli, karena pembelinya datang sendiri. Umumnya para petani di Kebumen. Tapi ada juga pembeli dari luar kota. Bahkan luar pulau.

Untuk bisnis iseng-iseng, kata Pak Jali, asap cair ini cukup menarik. ”Modalnya kecil. Bahan bakunya melimpah. Pasarnya ada. Setiap 7 jam saya dapat 4 liter asap cair. Kalau harganya per liter Rp 20.000 saja, per hari saya bisa mendapatkan Rp 240.000,” kata Pak Jali.

Keren ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *