Bangkit dengan Pisang dan Rengginang

Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Namun rumah tempat belajar ngaji dan bermain mereka sekarang tak bisa digunakan lagi. Gempa hebat bulan Juli lalu telah meluluhlantakkan 620 rumah warga desa Batukliang Utara, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Utara.

Robohnya ratusan rumah di Desa Batukliang Utara tidak hanya membuat anak-anak kehilangan tempat belajar dan bermain. Banyak usaha mikro yang terpaksa tutup. Rumah produksi rusak. Alat produksi hancur.

UD Istiqomah, Monda dan Mandiri adalah tiga contoh usaha mikro yang cukup berhasil. Usaha itu telah dirintis kelompok warga sejak tahun 2003. Produksinya: keripik pisang dan rengginang, sudah menembus modern market seperti di Alfamart dan Indomaret. Omsetnya di dua ritailer itu Rp 5 juta per minggu dengan pembayaran kredit 2 minggu.

Sebulan setelah mengungsi, warga mulai bangkit lagi menata ekonominya. Reruntuhan rumah mulai dibersihkan. Alat produksi kembali dipersiapkan.

“Kami harus mulai produksi lagi. Selain para pelanggan sudah banyak yang menunggu, usaha ini merupakan penghasilan kami satu-satunya,” kata Mariam, pengusaha kripik pisang bermerk Batura produksi UD Istiqomah.

Keinginan warga itu direspon cepat oleh Pemkab Lombok Tengah. Lalu Pathul Rahman, Wabup Lombok Tengah, usul agar ada donatur yang mau membuat program membangktkan UKM. Usul itu direspon Johari Zein Foundation.

Setelah melakukan survey lokasi, program membangkitkan kembali UKM akan dilakukan di Desa Batukliang Utara. Dua program akan dijalankan bersamaan di sini: membangun masjid yang multifungsi untuk TPA dan kegiatan masyarakat, sekaligus shelter UKM untuk pusat produksi kripik pisang, rengginang dan dodol rumput laut.

Shelter UKM tersebut merupakan model. Diharapkan model itu bisa ditiru semua Pihak dalam program membangkitkan UKM pasca gempa. Program akan dimulai dalam dua pekan mendatang.(jto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *